Umum

IEU-CEPA Jadi Momentum, Investasi Jerman di Indonesia Diproyeksi Meningkat

255
×

IEU-CEPA Jadi Momentum, Investasi Jerman di Indonesia Diproyeksi Meningkat

Share this article

EKONOMIHARIINI.COM – JAKARTA, 17 Juni 2026 – Kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) diproyeksikan menjadi katalis penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman. Salah satu dampak positif yang mulai terlihat adalah meningkatnya minat investor Jerman untuk menanamkan modal di sektor-sektor strategis Indonesia, terutama mineral kritis, hilirisasi industri, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Jerman melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendukung transisi energi global dan penguatan rantai pasok industri masa depan. Kebutuhan akan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan logam tanah jarang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang menjanjikan.

Selain sektor pertambangan dan pengolahan mineral, pemerintah Jerman juga menunjukkan minat besar terhadap pengembangan SDM Indonesia. Kerja sama pendidikan vokasi, pelatihan tenaga kerja, hingga peningkatan kompetensi di bidang manufaktur dan teknologi dipandang sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di kedua negara.

Penguatan investasi tersebut sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri yang terus didorong Pemerintah Indonesia. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia berupaya meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan di dalam negeri, termasuk untuk mendukung industri baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, dan manufaktur berteknologi tinggi.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga mengundang Jerman untuk memperluas investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari energi baru dan terbarukan, semikonduktor, kendaraan listrik, hingga pengembangan rantai pasok mineral kritis. Dukungan Jerman terhadap implementasi IEU-CEPA diyakini akan semakin mempererat hubungan ekonomi kedua negara dan membuka peluang bagi lebih banyak perusahaan Jerman, termasuk usaha kecil dan menengah, untuk berinvestasi di Indonesia.

Kalangan dunia usaha menilai implementasi IEU-CEPA berpotensi meningkatkan arus investasi asing langsung (foreign direct investment atau FDI) ke Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Selain memperluas akses pasar, perjanjian tersebut diharapkan memperkuat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.

Dengan kekayaan sumber daya alam, populasi usia produktif yang besar, dan komitmen pemerintah terhadap industrialisasi, Indonesia dipandang memiliki posisi strategis sebagai mitra utama Jerman di kawasan Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan ekonomi hijau dan transformasi industri global. (VCY)