EKONOMIHARIINI.COM – JAKARTA, 17 Juni 2026 – Industri telekomunikasi dan pusat data (data center) Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan menjadi salah satu sektor bisnis yang relatif tahan terhadap gejolak ekonomi global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia. Didukung pertumbuhan ekonomi digital, adopsi kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud computing), dan layanan digital pemerintah, investasi di sektor ini terus mengalir ke berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini, kawasan Jakarta dan Jabodetabek masih menjadi pusat utama industri pusat data nasional. Berdasarkan berbagai pemetaan industri, lebih dari separuh kapasitas pusat data Indonesia berada di wilayah Jakarta, Bekasi, Cikarang, Cibitung, Karawang, dan BSD. Kawasan ini dipilih karena memiliki infrastruktur listrik yang memadai, jaringan internet berkecepatan tinggi, serta dekat dengan pusat aktivitas bisnis nasional.
Selain Jakarta, Batam berkembang menjadi salah satu destinasi investasi digital paling menjanjikan di Indonesia. Letaknya yang berdekatan dengan Singapura membuat Batam memiliki keunggulan dari sisi konektivitas kabel bawah laut internasional dan kawasan perdagangan bebas. Sejumlah operator global maupun nasional tengah mengembangkan fasilitas hyperscale data center di kawasan tersebut.
Kota-kota besar lainnya juga mulai menarik investasi serupa. Surabaya menjadi pusat pertumbuhan data center di kawasan timur Indonesia, sementara Bandung, Denpasar, Medan, Makassar, Semarang, Palembang, hingga Balikpapan mulai mengembangkan infrastruktur digital untuk mendukung kebutuhan bisnis dan pemerintahan daerah.
Di sektor telekomunikasi, Indonesia memiliki tiga pemain utama yang menopang pertumbuhan ekonomi digital, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkomsel dan NeutraDC, Indosat Ooredoo Hutchison, serta XLSmart. Ketiga operator tersebut terus memperluas jaringan serat optik, BTS 4G dan 5G, serta layanan cloud dan data center untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Salah satu pemain terbesar di industri pusat data nasional adalah NeutraDC milik Telkom Group. Perusahaan ini telah mengoperasikan puluhan fasilitas data center, termasuk hyperscale data center di Cikarang serta pengembangan fasilitas baru di Batam dan berbagai kota besar lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan data dan mendukung transformasi digital nasional.
Pertumbuhan industri ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan layanan digital, mulai dari e-commerce, perbankan digital, fintech, layanan streaming, kecerdasan buatan, hingga sistem pemerintahan berbasis elektronik. Pemerintah juga terus mendorong pembangunan Pusat Data Nasional sebagai bagian dari strategi transformasi digital Indonesia.
Pengamat menilai industri telekomunikasi dan pusat data memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik karena tidak bergantung pada harga komoditas global. Justru, sektor ini berkembang seiring meningkatnya penggunaan internet dan digitalisasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat dan dunia usaha. (YWG)



