Umum

IHSG Catat Kenaikan Terbaik di Bursa Asia, Analis Proyeksikan Lanjut Menguat

267
×

IHSG Catat Kenaikan Terbaik di Bursa Asia, Analis Proyeksikan Lanjut Menguat

Share this article

EKONOMIHARIINI.COM – JAKARTA, 14 JULI 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan signifikan dengan berhasil ditutup di atas level psikologis 6.000. Pada perdagangan Senin (13/7), IHSG menguat 1,92 persen atau naik sekitar 113 poin ke level 6.037,84, menjadi salah satu indeks dengan performa terbaik di kawasan Asia.

Penguatan tersebut dipicu kombinasi sentimen positif dari dalam negeri dan global, terutama setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level investment grade. Keputusan tersebut dinilai meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional serta mendorong aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, menilai secara historis bulan Juli merupakan periode yang positif bagi pasar saham Indonesia.

“Dalam 10 tahun terakhir IHSG selalu mencatatkan kenaikan pada bulan Juli. Sampai saat ini pun penguatannya sudah sekitar 3 persen dan kami optimistis hingga akhir bulan masih berpeluang ditutup positif,” ujar Rudiyanto.

Menurut Rudiyanto, optimisme tersebut tidak lepas dari dimulainya musim publikasi laporan keuangan semester I yang umumnya menjadi katalis positif, terutama bagi saham-saham sektor perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar besar.

Sementara itu, analis Investor.id menilai secara teknikal IHSG telah memberikan sinyal penguatan baru setelah berhasil menembus level resistance penting.

“IHSG telah breakout di atas level 6.000 serta ditutup di atas MA5, MA10, dan MA20. Kondisi ini membuka peluang indeks melanjutkan penguatan dalam jangka pendek,” demikian analisis harian Investor.id.

Pandangan serupa disampaikan YEF Advisor. Dalam riset pasar terbarunya disebutkan bahwa keberhasilan IHSG bertahan di atas level 6.000 mengonfirmasi fase pemulihan setelah beberapa pekan bergerak dalam pola konsolidasi.

Menurut YEF Advisor, penguatan indeks ditopang oleh membaiknya sentimen global, optimisme terhadap prospek ekonomi domestik, serta meningkatnya minat beli pada saham-saham berkapitalisasi besar. Secara teknikal, IHSG kini berpeluang menguji area 6.250–6.260 sebagai level resistance berikutnya. Namun investor tetap diminta mewaspadai aksi ambil untung apabila tekanan jual kembali meningkat di area tersebut.

Dari sisi sektoral, saham-saham perbankan, energi, barang baku, dan infrastruktur menjadi motor utama penguatan indeks. Meningkatnya minat investor terhadap saham-saham unggulan menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa volatilitas global masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Pergerakan suku bunga global, dinamika geopolitik, nilai tukar rupiah, hingga arus dana asing masih akan menjadi penentu arah IHSG dalam beberapa pekan mendatang.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG di atas level psikologis 6.000 menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Dengan didukung fundamental ekonomi domestik yang tetap terjaga serta mulai bergulirnya musim laporan keuangan emiten, pelaku pasar berharap momentum penguatan dapat terus berlanjut hingga akhir Juli. (NML)