BisnisUmum

Dukung Konektivitas Indonesia Timur, Terminal Teluk Lamong Perkuat Sinergi dengan OOCL

212
×

Dukung Konektivitas Indonesia Timur, Terminal Teluk Lamong Perkuat Sinergi dengan OOCL

Share this article
PT Terminal Teluk Lamong menyambut hangat kunjungan pimpinan OOCL Shipping Lines. Bersama-sama, kami terus berinovasi memanfaatkan teknologi modern demi mendukung pertumbuhan arus perdagangan nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

EKONOMIHARIINI.COMSurabaya — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran global sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan mendukung konektivitas logistik nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan jajaran manajemen OOCL Shipping Lines ke PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya, pada Kamis (17/9).

Kunjungan strategis tersebut dihadiri oleh Karen Lam selaku Regional Group General Manager ASNG, Aaron Chen selaku Regional General Manager Indonesia, serta Samsuar selaku Branch Manager Surabaya. Rombongan manajemen OOCL disambut langsung oleh Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, beserta jajaran manajemen TTL.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas berbagai topik penting, mulai dari perkembangan operasional dan layanan terminal, dinamika industri pelayaran dan logistik, hingga peluang peningkatan kerja sama untuk mendukung kebutuhan layanan OOCL di masa mendatang.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk bertukar perspektif sekaligus memperkuat komunikasi dengan OOCL. Bagi TTL, hubungan yang erat dengan shipping line merupakan fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang semakin andal, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa,” ujar David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong.

David menambahkan, TTL akan terus meningkatkan kapabilitas operasional, kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi guna mendukung pertumbuhan arus perdagangan dan konektivitas logistik melalui Surabaya.

Dalam sesi diskusi, Karen Lam menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis Surabaya dalam menopang konektivitas logistik, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.

Surabaya memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai hub port bagi Indonesia Timur. Di tengah tantangan pengembangan di wilayah Jakarta dan Semarang, Surabaya dapat menjadi salah satu alternatif utama untuk memperkuat konektivitas dan jaringan logistik nasional,” ujar Karen Lam, Regional Group General Manager ASNG, OOCL Shipping Lines.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Integrated Planning and Control Room (IP&C) TPK Teluk Lamong. Melalui fasilitas modern tersebut, jajaran manajemen OOCL melihat dari dekat proses perencanaan, pemantauan, dan pengendalian operasional terminal secara terintegrasi dan real-time.

“Kami sangat terkesan dengan Integrated Planning and Control Room TTL yang memungkinkan operasional dipantau secara real-time, termasuk bagaimana Automated Stacking Crane (ASC) beroperasi di lapangan,” tambah Karen.

Penerapan sistem perencanaan dan pengendalian terintegrasi ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan TTL dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan terminal, menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat, serta memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap proses pelayanan kepada pelanggan.

Bagi TTL, kunjungan OOCL tidak hanya berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan kemitraan dengan pengguna jasa, tetapi juga membuka ruang diskusi yang konstruktif mengenai peluang pengembangan layanan dan konektivitas yang memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.

Ke depan, TTL berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan para mitra pelayaran dan pengguna jasa melalui peningkatan mutu layanan, pengembangan kapabilitas operasional, serta optimalisasi teknologi. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadikan TTL sebagai terminal yang andal, adaptif, serta berorientasi pada pelanggan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan konektivitas perdagangan nasional dan wilayah Indonesia Timur. (ATD)